Indonesian Macroeconomics : Outlook 2019

Sabtu 25/08 kemarin, CIPA kembali menggelar kajian “Class for Development Studies (CDS)“. Bertempat di sekretariat CIPA, kajian kali ini mengambil tema umum mengenai kondisi makroekonomi di Indonesia. Kajian ini dibuka oleh sekretaris eksekutif CIPA Jefri Samodro, yang sekaligus menjadi pemantik diskusi.

Jefri Samodro mencoba membedah kondisi perekonomian Indonesia terutama mengenai asumsi ekonomi makro, indikator kesejahteraan masyarakat, dan tentang Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

Menariknya, kajian kali ini sedikit berbeda dari biasanya karena diisi dengan dua sesi yang berbeda namun tetap menyentuh persoalan yang sama. Sesi kedua diisi oleh Ahmad Choirul Furqon, staf analisis kebijakan CIPA yang membedah secara komprehensif bagaimana kondisi perekonomian dunia yang tentu berdampak pula bagi perekonomian dalam negeri.

Kronologi kondisi perekonomian di jelaskan secara runtut oleh Furqon untuk menemukan titik krusial di mana negara ini mampu bertahan dari badai krisis selama beberapa dekade belakangan. Tak hanya itu perbandingan ekonomi antar negara pun coba dibedah sebagai celah strategis untuk memodifikasi perekonomian kita.

“Kita harus belajar kepada China mengenai bagaimana mereka membangun ekonomi, biarpun secara politik mereka tertutup tapi ekonomi mereka mampu berkembang sangat pesat”. Tutup Furqon.